Selasa, 30 Juni 2015

BUDIDAYA IKAN SEPAT MUTIARA

                                         BUDIDAYA IKAN SEPAT MUTIARA 




Sepat mutiara ( tichogaster leeri ) dengan nama dagang pearl gouramy atau mosaic gouramy datang dari sumatera, kalimantan, malaysia, serta thailand. ikan yang berbentuk omnivora ini hidup pada suhu maksimal 26-28° c ; ph 6, 5-7, 0 ; serta kekerasan 6-8° dh.  Panjang tubuh ikan ini bisa meraih 12 cm. warnanya biru muda dengan violet terang. semua tubuhnya dipenuhi totol-totol putih scperti mutiara dengan poly mosaik. pada waktu birahi, warna sisi perut jantan jadi orange.  Sepat mutiara ( trichogaster leeri ) yaitu sejenis ikan hias air tawar bagian suku gurami ( osphronemidae ). didalam bhs inggris dimaksud pearl gourami, mosaic gourami atau lace gourami mengacu pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di segi tubuhnya.  Ciri khas  Ikan yang bertubuh pipih serta bermoncong runcing sempit, panjang total beserta ekor sampai 120mm. berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan sama mutiara sangat banyak. sesuatu pita berwarna gelap jalan pada sedang segi tubuh, dimulai dari ujung moncong melalui mata serta berakhir dengan sesuatu bintik pada pangkal ekor. hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan serta sirip dubur sisi depan berwarna kemerahan.  Rumus sirip dorsal, v-vii ( jari-jari keras atau duri ) serta 8–10 ( jari-jari lunak ) ; serta sirip anal xii-xiv, 25–30. gurat segi 30–37 buah. panjang standar ( tanpa ekor ) kurang lebih 2, 4 kali tinggi badan. sepasang jari-jari paling depan pada sirip perut beralih jadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang sampai ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri serta 2-3 jumbai pendek. Persebaran dan habitat  sepat mutiara menyebar dimulai dari thailand, malaysia, sumatra, sampai kalimantan. ikan ini adalah penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. ikan ini umumnya suka ada dekat permukaan sampai 1/2 kedalaman air.  Pemeliharaan di akuarium  Untuk memelihara sepasang sepat mutiara baiknya dipakai kolam atau akuarium berukuran sedikitnya 60 liter ; semakin besar ukurannya dapat tambah baik, dikarenakan ikan ini dapat tunjukkan tanda-tanda stres jika jadi terbatasi ruangannya. suhu air baiknya berkisar pada 22–28 °c ( 72–82°f ). permukaan airnya sebaiknya terkait segera dengan hawa terbuka, supaya organ labirin ikan ini bisa berperan dengan baik. kelengkapan akuarium yang dibutuhkan diantaranya yaitu substrat serta ornamen yang cocok, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, dan perawatan.  Sepat mutiara yaitu ikan yang cinta damai. ikan ini bisa hidup bercampur dengan beberapa jenis ikan yang lain, tetapi baiknya janganlah dipadukan dengan ikan-ikan yang berbentuk agresif atau terlampau aktif. juga butuh dijaga supaya akuarium tidak terlampau penuh supaya sepat mutiara tidak gelisah. tandanya, sepat jantan bisa tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang merasa mengganggunya.  Pakan  sepat mutiara yaitu hewan omnivora, pemakan semua. di akuarium, ikan ini bisa diberi pakan kering layaknya pelet atau cacing tubifex kering. sesekali, juga bisa diberikan pakan hidup layaknya udang renik. Pemijahan  Langkah pemijahan serta pemeliharaan ikan ini nyaris sama juga dengan dwarf gouramy. perbedaannya cuma pada ke-2 induknya yang amat sctia menjaga telurnya. oleh dikarenakan itu, pembelahan induk jantan serta betina dengan anaknya bisa dikerjakan sesudah larva dapat berenang atau lebih kurang usia 1 minggu. ukuran jual lebih kurang 4 cm atau telah berusia 3, 5 bln..  Untuk area memijah, akuarium butuh dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. disini ikan jantan dapat bikin sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai area memijah serta menaruh telur sampai menetas kelak. percumbuan serta pemijahan dapat berjalan di sarang ini, serta setelah telur dikeluarkan serta dibuahi, sepat betina dapat diusir keluar oleh si jantan. sebagaimana beberapa jenis sepat yang lain, jantan sepat mutiara dapat menjagai telur-telur ini sampai menetas.  Sekali memijah umumnya betina dapat mengeluarkan 150–200 butir telur. telur ikan dapat menetas sesudah 24 jam lantas. sekian hari selanjutnya burayak ( anak-anak ikan ) mulai aktif berenang. pada waktu itu sebaiknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, supaya burayak-burayak itu tidak dimakannya. anak-anak ikan semula bisa diberi pakan udang renik, serta minggu-minggu selanjutnya bisa diberi pakan kering yang dihalus

 






BUDIDAYA IKAN HIAS LIVE BEARER

                                              BUDIDAYA IKAN HIAS LIVE BEARER


Tips Budidaya Ikan Hias Live Bearer -Arti dari hobi jadi usaha saat ini bukan hanya ungkapan tanpa kenyataan belaka, tetapi saat ini telah banyak yang menunjukkan bahwa berawal dari satu hobi yang sepanjang ini berkonotasi menghamburkan duit beralih jadi suatu hal yang bisa dihandalkan untuk menambah pundi-pundi duit anda. atau bila anda bukan hanya di antara peminat satu hoby spesifik, tak ada salahnya bila anda memakai kesempatan dari kegemaran penduduk umum pada suatu hal. di antaranya kegemaran dapat ikan hias. ikan hias cukup dikenal oleh penduduk sebagai hiasan akuarium. di antara pengadaan ikan hias ini yaitu dengan langkah membudidayakan. perubahan ikan hias di indonesia alami kemajuan yang terus meningkat, terlebih ikan hias air tawar asli indonesia. kesempatan usaha budi daya ikan hias ini tetap mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan.   Dari sekian banyak type ikan hias, tidak seluruhnya sudah bisa dibudidayakan. saat menernakkan ikan hias mesti di perhatikan bahwa tiap-tiap type memiliki karakter serta rutinitas hidup yang berlainan, contohnya didalam langkah pemijahan, bertelur maupun menyusun sarangnya. budi daya ikan live bearer ini amat gampang serta memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. untuk satu gunakan ikan bisa membuahkan 50 hingga 100 ekor ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 500, - hingga Rp. 1000, -. type ikan ini juga adalah ikan hias yang bisa di ekspor contohnya : ikan guppy.  Dengan umum langkah perkembangbiakkan ikan hias ada sebagian jenis, yakni :  ikan-ikan hias yang beranak.  ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.  ikan-ikan hias yang letakkan telurnya pada satu subtrat.  ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya didalam sarang busa.  ikan-ikan yang mengeramkan telurnya didalam mulut.  Khusus didalam penjelasan di bawah ini, kita cuma dapat mengulas tentang langkah-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak ( live bearer ) saja, layaknya perumpamaannya :  ikan guppy ( poecilia reticulata guppy )  ikan molly ( poelicia latipinna sailfin molly )  ikan platy ( xiphophorus maculatus platy )  ikan sword tail ( xiphophorus helleri sword tail )  Tanda-tanda induk ikan jantan serta ikan betina  ciri induk jantan  memiliki gonopodium ( berbentuk tonjolan di belakang sirip perut ) yang disebut modifikasi sirip anal yang berbentuk jadi sirip yang panjang.  tubuhnya ramping.  warnanya lebih cerah.  sirip punggung lebih panjang.  kepalanya besar.  Ciri induk betina  di belakang sirip perut tak ada gonopodium, namun berbentuk sirip halus.  tubuhnya gemuk  warnanya kurang cerah.  sirip punggung biasa.  kepalanya agak runcing.  Banyak hal yang butuh di perhatikan didalam pemeliharaan ikan hias bearer yaitu :  air yang dibutuhkan yaitu air yang cukup memiliki kandungan oksigen ( o2 ) serta jernih.  suhu air berkisar pada 15 – 270c.  ph yang disukai agak sedikit alkalis, yakni berkisar 7 – 8.  makanan yang didapatkan bisa berbentuk makanan alami ( cuk, cacing, kutu air ) serta makanan buatan, diberikan secukupnya.  Metode/teknik pemijahan ikan :  Penentuan induk ikan. pastikan induk yang berukuran relatif besar, wujud tubuh yang mengembung dan memiliki warna yang indah.  Induk-induk yang sudah dipilih dimasukkan didalam satu bak untuk sebagian gunakan induk. tetapi jika menginginkan keturunan spesifik bisa juga dikerjakan dengan langkah memisahkan didalam bak tersendiri sepasang­-sepasang.  Bak-bak pemijahan mesti dikontrol tiap-tiap hari. sesudah lahir, anak-anak ikan mesti cepat-cepat di ambil serta dipisahkan dari induknya supaya tidak dimakan oleh induknya.  Metode perawatan benih ikan bearer yaitu :  Anak-anak ikan yang baru lahir belum memerlukan makanan, dikarenakan tetap memiliki kandungan kuning telur ( yolk egg ). sesudah 4 – 5 hari anak ikan baru bisa diberi makanan berbentuk kutu air yang telah disaring, atau kuning telur yang sudah direbus serta dihancurkan.  sesudah meraih ukuran medium ( 2-3 cm ) bisa diberikan makanan cacing, setelah meraih ukuran dewasa ( 5 – 7 cm ) bisa diberi makanan cuk. Di samping makanan alami bisa juga diberi makanan tambahan berbentuk cacing kering, agar-agar dan lain-lain. Pemberian makanan baiknya 2 kali 1 hari, sebaiknya janganlah terlalu berlebih, dikarenakan bisa mengakibatkan pembusukan yang bisa mengakibatkan kerusakan mutu air.  perubahan air. air didalam bak atau akuarium jangan sempat kotor/keruh, dikarenakan bisa mengakibatkan kematian anak ikan. kotoran bisa dibersihkan tiap-tiap 2 ~ 3 hari sekali dengan langkah disiphon, air yang terbuang pada saat penyiphonan sejumlah 10 ~20% bisa diganti dengan air yang baru. 
 

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR

                                             BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR


Budidaya lobster air tawar bila kita mendengar perihal ini, tentu kita dapat mengira satu perihal yang amat sukar, serta merepotkan. namun nyatanya dugaan itu tidaklah benar, dikarenakan budidaya lobster air tawar nyatanya amatlah gampang. mengapa saya dapat berargumen layaknya ini, dikarenakan perihal ini adalah pengalaman pribadi saya. Lobster air tawar atau nama yang lain red clawn. adalah golongan crustacea. mereka terhitung hewan carnivor bila dialam, mereka umumnya memangsa ikan-ikan kecil, layaknya ikan paray, benter dan lain-lain. Bila kita pingin membudidayakan lobster air tawar, kita mesti menentukan pingin lebih condong ke arah pembenihan, atau pembesaran. bila kita pingin ke arah pembenihan, kita mesti lakukan perihal layaknya ini : 1. Langkah pertama yaitu memilih induk. induk lobster yang dipilih mesti telah cukup usia lebih kurang lebih kurang 1 tahunan. umumnya harga di pasaran untuk sepasang induk lobster harga nya lebih kurang 30 beberapa ribu. 2. Mempersiapkan area. berlebihan dari budidaya lobster yaitu media area hidupnya tidak membutuhkan tempat yang luas. namun cukup memakai akuarium, atau drum yang telah tidak terpakai. janganlah lupa berikanlah aerator sebagai alat bantu difusi oksigen di wadah area kita budidaya. 3. Lobster diletakkan di drum tadi dengan kepadatan populasi 2x1, maksudnya 2 betina dengan 1 jantan. tehnik ini telah dapat dibuktikan serta sukses. lobster tersebut dilewatkan sepanjang 2 minggu. sesudah 2 minggu, buang air di drum hingga setengahnya. serta angkat lobster betinanya, sesudah itu tengok apakah telah mempunyai telur. 4. Bila lobster betina tersebut telah mempunyai telur, pisahkan dari lobster jantan dikarenakan ditakutkan lobster jantan dapat mengonsumsi telur si betina. periode pengeraman telur ini lebih kurang 1 bln., sesudah 1 bln. umumnya telur dapat menetas, serta ada larva lobster yang jalan atau terlepas dari siinduk. 5. Tidak seluruh larva lobster dapat terlepas dari induknya, umumnya mereka dapat melekat. nah, jika mereka melekat layaknya itu. tehnik untuk melepaskannya, yaitu lewat cara memegang lobsternya lantas angkat hingga di atas permukaan air. reaksi dari lobster itu yaitu mengibaskan ekornya atau berontak. tentu larva lobsternya dapat terlepas dari sang induk. larva tadi siap dipakai untuk sistem pembesaran lobster. Sesudah pembenihan sukses, larva lobster tadi dapat kita besarkan di akuarium maupun di drum yang kita bikin tersebut. larva lobster yang berusia 0-1 bln. Kita berikanlah tepung pelet lobster maupun tepung pelet udang 1 hari 2 x. bila kita pingin berikan makan lobster gunakan pelet yang berupa tepung, janganlah segera ditebar ke air dikarenakan tepung ini dapat mengambang di permukaan air. tehnik yang bagus yaitu, lewat cara mencampurkan dua sendok makan tepung pellet dengan segelas air. lantas diaduk-aduk hingga tercampur. lantas baru diberikan ke larva lobster. Lobster yang berusia 1-3 bln. diberikan pellet udang yang berupa butiran, 1 hari 2 x. ingat, waktu pemberian makan lobster baiknya pagi serta malam hari dikarenakan lobster adalah hewan nocturnal. lobster yang berusia 3-6 bln. dapat diberikan pellet udang maupun pakan alami yakni cacing tanah. bila kita membiasakan lobster makan cacing, maka lobster dapat punya kebiasaan makan itu. hingga, lobster tak lagi akan makan pellet udang. Gampang bukan hanya untuk sistem pembenihan lobster air tawar, umumnya bila kita ikuti kursus untuk pembenihan lobster air tawar dapat menggunakan cost yang tidak sedikit. oleh dikarenakan itu menurut saya cara yang sangat bagus yaitu mencoba sendiri. semoga informasi ini dapat berguna untuk anda. 
 

UNTUNG DOLLAR DARI ARWANA SUPER RED

                                   UNTUNG DOLLAR DARI ARWANA SUPER RED 


Panen Dollar dari Arwana Super Red (akuariumhias)- Usaha ikan arwana hasil penangkaran menjanjikan keuntungan cukup besar serta tidak dulu kekurangan pesanan. terlebih beberapa pengagum ikan hias di seluruh dunia mengakui mutu arwana indonesia sebagai yang sangat bagus. Situasi ini bikin arwana adalah ikan hias kebanggaan indonesia, hingga tidak mengherankan bila banyak pengagum ikan hias dari mancanegara yang berupaya memperolehnya segera dari indonesia. tetapi sayangnya sedikit entrepreneur indonesia yang tekuni usaha ini, hingga justru negara lain yang mempopulerkan ikan yang beberapa orang sebagai pembawa keberuntungan. Direksi PT. Munjul Sempurna Utama, florence, menyebutkan perusahaannya sangat sedikit mengirim ikan arwana type super red ke jepang serta korea selatan sejumlah 600 ekor atau senilai us$1, 8 juta. Bila nilai kurs dolar amerika sekarang ini meraih Rp9. 600, maka pendapatan pt munjul sempurna utama 1 tahun dapat meraih Rp16, 5 miliar. Angka keinginan arwana dari jepang serta korea selatan sesungguhnya jauh semakin banyak, namun kami cuma dapat menghasilkan arwana sejumlah 600 ekor per th., tuturnya pada usaha pekan lantas. Florence menyebutkan type ikan arwana ini amat laris di pasar internasional serta indonesia mempunyai potensi yang amat besar sebagai penghasil arwana super red. tetapi demikianlah bukan hanya bermakna type arwana lain tidak laris di pasaran, dikarenakan pengagum ikan hias ini juga terdiri dari beragam susunan penduduk. Via penangkaran Florence mengatakan menerjuni usaha ikan hias type arwana ini tidak mudah dikarenakan pemerintah cuma berikan izin perusahaan yang lakukan penangkaran. ini untuk hindari berlangsungnya perdagangan ilegal satwa liar yang banyak berlangsung belakangan ini. Dia mengatakan satwa liar hasil penangkaran mempunyai sinyal pengenal spesial layaknya micro chip yang disuntikkan didalam tubuh ikan. Ini dikerjakan mengingat satwa yang diperdagangkan terhitung didalam satwa liar yang dilindungi pemerintah. Layaknya diketahui pamor arwana ( scleropages formosus ) saat ini kembali naik, sesudah sekian lama surut oleh kehadiran louhan. sekian waktu lantas, ikan purba ini alami puncak kejayaannya jadi primadona ikan hias. Arwana super red yaitu type yang sangat banyak diminati konsumen asal luar negeri, terutama jepang, korea selatan, serta china.   Tetapi sayangnya pasar internasional arwana telah dikuasai jepang, dikarenakan negeri itu mempunyai teknologi serta jaringan distribusi perdagangan ikan hias dunia. Walau sebenarnya jepang beli arwana super red itu dari indonesia lantas dibesarkan serta di rekayasa hingga warnanya menyala serta wujud tubuhnya jadi indah. mengakibatkan justru arwana yang diperdagangkan jepang yang laris dipasaran, sesaat negara penghasil ikan langka itu layaknya indonesia cuma memasok ke peternak di jepang. Tak hanya punya potensi sebagai komoditas ekspor, ikan arwana juga jadi primadona perdagangan ikan hias didalam negeri. perihal ini yang mengakibatkan arwana banyak dibicarakan orang di mana-mana. Arwana sendiri sesungguhnya mempunyai banyak type diantaranya golden red, super red, silver, irian, serta golden. dari type itu, yang sangat mahal yaitu super red. untuk ukuran panjang 25 cm dapat meraih rp10 juta lebih per ekor. Arwana irian yang banyak digemari pehobi didalam negeri harga nya lebih kurang rp 90. 000 per ekor. Demikianlah juga dengan type golden pino banyak yang berminat. ikan type ini yang selama 15 cm berumur empat bln. rp400. 000, namun silver ( brasil ) panjang 20 cm rp100. 000 per ekor.   Seorang pedagang ikan hias di bogor mengatakan omzet penjualan mereka didalam 1 bulan diperkirakan kian lebih rp1 miliar. Bila omzet penjualan yang didapatkan per bln. oleh pedangan dapat meraih miliaran rupiah dapat dipikirkan begitu ikan ini mempunyai daya tarik bagi warga.
 





IKAN SUMATRA

                                                                  IKAN SUMATRA



Pada saat masih anak-anak, ia amat ramah serta rukun hidup berdampingan dengan ikan hias jelis lain. menginjak umur dewasa, barulah watak aslinya nampak. tingkah polahnya tak akan terbatas pada kegesitan mengelilingi akuarium, namun juga mulai jahil. Ikan-ikan yang ada di dekatnya habis dicolak-colek dengan mulutnya. bila kurang senang, ia dapat mengejarnya hingga dekat. Mengakibatkan kondisi yang fatal. Seluruh sirip ikan yang dipelihara bersamanya dapat rombeng.  Terutama ikan hias bersirip lebar serta bergerak lamban layaknya koki, manvis, serta severum. apabila tidak segera diantisipasi, sirip si korban tidak saja robek-robek, tetapi dapat gundul terkena pangkas mulut si jahil. Dijuluki ikan sumatra dikarenakan pertama kali ditemukan di pulau sumatra, tepatnya di perairan lampung, jambi, serta riau. lantaran datang dari sumatra, orang lalu menyebutnya ikan sumatra atau board sumatra kata orang asing. belakangan, baru ketahuan bahwa ia dapat juga ditemukan di kalimantan. Menurut axelrod didalam exotic tropical fish, di habitat aslinya harimau air hidup di perairan jernih, Dengan ph 6, 6-6, 7 serta temperatur 23-27 derajat celcius. makanan alaminya jasad renik ( zooplankton ) serta unsur tumbuh-tumbuhan ( phytoplankton ). varietasnya ada 4 dengan bentuk tubuh yang sama cuma tidak sama pada warna tubuh serta sirip. Sangat popular yaitu yang berwarna kuning keperakan, berhiaskan empat buah garis hitam kelam. mulutnya kemerahan, sirip punggung hitam bertepi merah, sirip ekor bersisi merah bening, serta sirip perutnya berwarna oranye. Di habitat asalnya, sumatra, bisa meraih panjang 8 cm, namun yang ada di akuarium-akuarium pedagang ikan hias, ukuran terpanjangnya sangat banter cuma 6 cm, serta rata-rata 5 cm. walau demikianlah, pada ukuran ini lalu ia telah bisa jadikan induk yang cukup cukup. Memijahkan Terus terang, memijahkan ikan sumatra adalah pekerjaan mudah asal kita telah tahu persis kebiasaan-kebiasaan ikan ini saat memijah. pertama-tama, curahkan perhatian sejak menentukan induk, mempersiapkan area memijah, hingga ke menjaga larva. akhirnya tidak mengecewakan. Dikarenakan ikan sumatra miliki kebiasaan tempelkan telur pada akar tanaman air, sediakanlah eceng gondok yang mempunyai perakaran rimbun. sebelum saat dipakai, akar serta daun eceng gondok dicuci dengan air bersih, lantas rendamlah didalam larutan pk ( kalium permanganat ) dengan dosis gr pk/10 liter air, sepanjang 15-30 menit. Ikan sumatra siap dicalonkan lantas induk apabila usianya telah dewasa atau ukuran tubuhnya sekira 5 cm. sesungguhnya, tidak ada sinyal yang khas perihal kematangan kelamin, jika umur. type jantan dapat ditandai dari warna siripnya yang lebih gelap, namun betina agak cerah. sinyal lain, pada yang jantan bisa dilihat juga dari bentuk tubuhnya yang lebih lebar serta berwarna cerah, namun betina sebaliknya. Lantas, pasangan calon orang tua ikan ini diasingkan sesaat di area spesial, sembari disuguhi makanan bermutu/kaya protein, layaknya jentik nyamuk atau kutu air. sesudah dua minggu di area pengasingan, pasangan tadi siap diceburkan ke area pemijahan. spesial di akuarium, cuma dapat dipijahkan sepasang ikan sumatra. sesaat didalam bak semen berukuran lebar, dapat dipijahkan sampai 20 pasang sekalian. Sebelum saat ikan dipindahkan, area pemijahan diisi air jernih yang telah diendapkan. menyusul lantas eceng gondok sejumlah 3-5 tanaman untuk akuarium serta lebih kurang 1/3 luas permukaan bak eceng gondok untuk pemijahan didalam bak. Masukkan pasangan-pasangan pengantin tadi, menyusul makanan layaknya saat tetap didalam bak penampungan. saksikan saja. malam harinya, mereka mulai kejar-kejaran, hingga selanjutnya berpasangan menuju area yang sudah disepakati, yaitu di rerimbunan akar eceng gondok. Disini si jantan membelitkan tubuhnya sembari menukik lebih kurang 45 derajat ke tubuh betina. si betina yang telah tahu maunya si jantan, segera melepas telurnya. serta, dengan sigap si jantan segera membuahinya. telur yang telah di-proses dengan otomatis melekat pada akar eceng gondok. Ada rutinitas buruk induk ikan sumatra, yaitu tidak bertanggungjawab serta enggan menjaga telur ataupun anaknya. serta, rupanya pepatah sejahat-jahat harimau takkan dulu mengonsumsi anaknya sendiri, tidak berlaku untuk harimau air ini. Pasalnya, ia tega menelan calon-calon bayinya sendiri. oleh dikarenakan itu, apabila sangat mungkin, demikian selesai pemijahan, secepat-cepatnya si induk diungsikan supaya tidak pernah melahap telur-telurnya. telur yang berjumlah sekira 300 butir itu dapat mengeras dengan sendirinya sesudah 56 jam.

  .
 







BUDIDAYA IKAN DISCUS

                                              BUDIDAYA IKAN DISCUS


Budidaya Ikan Discus (akuariumhias) -Didalam pembenihan ikan discus, induk dipelihara didalam wadah diisi air dengan ukuran spesifik. sesudah 3 hari, air didalam wadah tersebut bisa dipakai. induk yang ditebar ke didalam wadah perbandingan jantan serta betinanya 1 :1. pakan diberikan 2 kali 1 hari. Didalam sistem pembenihan ini, mutu air mesti amat di perhatikan begitupun dengan usaha pencegahan hama serta penyakit. setelah itu, induk yang sudah berumur 12-18 bln. dipijahkan, lantas induk menjaga telur-telur yang dihasilkan. sesudah dibuahi, 2-3 hari lantas telur dapat menetas. bagian setelah itu berbentuk pemeliharaan larva, sesudah larva berkembang step paling akhir yaitu pemeliharaan benih. Pemeliharaan induk 1. Persiapan wadah Pemeliharaan induk dikerjakan pada akuarium yang berukuran 100 kali 50 kali 30 cm yang pada mulanya dikerjakan dengan langkah akuarium tersebut dibersihkan dari kotoran. sesudah itu akuarium diisi air baru/tandon dengan ketinggian air meraih 25 cm, lantas masukkan daun ketapang sejumlah 1 lembar, serta garam sejumlah 1 sendok makan, tujuannya untuk menstabilkan ph air dan untuk menghindar cendawan. sesudah itu air yang ada diakuarium dilewatkan sepanjang 3 hari sesudah dipasang filter ke didalam akuarium. sesudah 3 hari atau lebih air tersebut bisa dipakai. 2. Penebaran induk Penebaran induk ke didalam akuarium dikerjakan saat pagi hari serta melewati sistem aklimatisasi dengan langkah mengapung-apungkan baskom/wadah yang diisi ikan ke didalam akuarium. aklimatisasi ini dikerjakan sepanjang 10-15 menit. induk yang ditebar berukuran 12, 5 - 15, 0 cm dengan perbandingan jantan serta betina 1 :1. 3. Pemberian pakan Pemberian pakan dikerjakan dengan frekuensi 2 kali 1 hari, yakni saat pagi serta sore hari lebih kurang jam 08. 00 serta 15. 30 wib. type pakan yang didapatkan umumnya jentik nyamuk 30 - 35 individu/liter serta cacing sutra sejumlah 50 - 55 individu/liter dengan pemberian dikerjakan dengan ad libitum. 4. Pengelolaan mutu air Untuk melindungi mutu air dikerjakan penyiponan serta pergantingan air media sejumlah 20 - 25 persen yang dikerjakan tiap-tiap hari saat pagi hari. 5. Pencegahan hama serta penyakit Pencegahan penyakit dengan langkah pemberian garam non yodium sejumlah 5 ppt pada air baru serta diaerasi sepanjang 24 jam. Persiapan pemijahan Wadah untuk pemijahan ikan diskus berbentuk akuarium ukuran 100 kali 50x 50 cm atau 50 kali 50 kali 40 cm yang sudah dibersihkan berisi tandon, sesudah itu diberi daun ketapang sejumlah 1 lembar serta garam sejumlah 1 sendok makan, dan dipasang saringan ( filter ) supaya mutu air terus baik. substrat pemijahan berbentuk pipa paralon yang berdiameter 4 inchi dengan panjang 25 — 30 cm, serta sudah dibagi jadi dua. substrat ini disimpan di bagian pojok akuarium dengan langkah menggantung dengan kawat. Pemijahan Ikan diskus yang telah siap dipijahkan berukuran 11-14 cm serta berusia 12 - 18 bln., dengan perbandingan pada waktu dipijahkan yaitu 1 :1 induk diskus umumnya dapat memijah saat malam hari lebih kurang jam 11. 00 - 06. 00 wib sebelum saat ikan memijah induk jantan mengejar-ngejar induk betina serta sesudah itu ke-2 induk ini dapat melacak area yang pas memijah dan dapat bersihkan area ( substrat ) untuk berpijah. Induk betina dapat bergerak dari bawah hingga ke atas selama pipa paralon, serta dapat mengeluarkan telur melewati genital papillae-nya, diikuti dengan induk jantan yang dapat membuahi telur-telur tersebut dengan langkah mengeluarkan spermanya. Sistem pemijahan telah selesai, ke-2 induk dapat melindungi ( menjaga ) telur tersebut. langkah menjaga telur tersebut yaitu ke-2 induk ini dapat mengipas-ngipas ekornya untuk menyuplai oksigen untuk telur-telurnya. Penetasan telur Telur-telur yang sudah dibuahi dapat menetas sesudah 2-3 hari. pada hari ke enam larva diskus mulai beterbangan serta melekat pada tubuh induknya untuk mengonsumsi lendir ditubuh induk sebagai pakan awal larva diskus. Pemeliharaan larva Larva yang sudah melekat pada tubuh induknya dilewatkan sepanjang 3 minggu ( 21 hari ) sebelum saat larva berkembang jadi benih serta dipelihara pada akuarium terpisah. larva mulai diberikan pakan berbentuk naupli artemia waktu larva mulai terbang. jumlah naupli artemia yang diperlukan sejumlah 50 ml dengan kepadatan 5-10 individu / ml. Pemeliharaan benih Wadah pemeliharaan benih sama juga dengan wadah pemijahan serta pemeliharaan larva. akuarium diisi air hingga ketinggian 30 cm, sesudah filter dipasang lantas diberi garam 5 ppt serta diaerasi sepanjang 24 jam. Benih diskus yang telah berusia 2 minggu dipindahkan ke akuarium pemeliharaan benih, benih tersebut berukuran 1/2 inchi. Benih diserok dengan saringan halus dengan hati—hati. sesudah induk diangkat, lantas benih dimasukkan ke didalam ember volume 5 liter yang telah diisi air. lantas diaklimatisasi serta dimasukkan ke akuarium yang baru. pakan yang didapatkan pada benih diskus yaitu naupli artemia serta larva chironomus. naupli artemia diberikan sejumlah 50 ml hingga benih berukuran 1 bln.. frekuensi pemberian pakan sejumlah 3 kali 1 hari dengan jumlah 100 ml tiap-tiap pemberian per akuarium. perubahan air dikerjakan tiap-tiap pagi hari dengan jumlah penggantian air lebih kurang 40 persen. 

 

BUDIDAYA IKAN HIAS SILVER DOLLAR

                                         BUDIDAYA IKAN HIAS SILVER DOLLAR



Budidaya Ikan Hias Silver Dollar (akuariumhias) -Silver dolar ( metynnis hypsauchen ) datang dari sungai amazon, amerika selatan. karakternya condong herbivore. tubuhnya berwarna keperakan serta amat aktif bergerak. ikan ini amat digemari penggemar ikan hias hingga keinginannya tinggi. silver dolar juga dimaksud piranha imitator dikarenakan wujud tubuhnya layaknya piranha. Ikan ini amat suka hidup di lingkungan perairan yang teduh serta tidak terlampau. terang. suhu optimalnya tengah, pada 25-28° c. keasaman air maksimal lebih kurang 6, 5-7, 0 dengan kekerasan lebih kurang 10° dh. Untuk pemijahan dibutuhkan air bersih. tak hanya cacing serta jentik nyamuk, induknya dapat suka bila diberi pakan sayuran layaknya selada air. pakan sayuran ini lalu tampaknya bisa menolong menambah perbaikan mutu telur. Pada jantan serta betina amat mudah dibedakan. jantannya lebih langsing serta ditandai dengan warna yang sedikit kemerahan pada sirip perut. pada betina, warna sirip perut lebih merah. disamping itu, wujud sirip jantan agak sisi tiga membulat, namun betina tumpul lurus. pemijahannya berlangsung berpasangan di akuarium. telurnya diserakkan di basic hingga sesungguhnya tidak dibutuhkan substrat. Ikan berpijah ditandai dengan induk yang lari saling kejar serta tampak repot. apabila telah mulai suka, perihal itu sebagai sinyal bahwa hampir atau telah selesai berpijah. waktu berpijah pada jam 8. 00-11. 00. sesudah selesai berpijah, telurnya bisa di ambil untuk ditetaskan. Pengambilan telur ini memanglah sukar dikarenakan perlu ketelatenan. karenanya, biasanya petani cuma memindahkan induknya saja, namun telurnya dilewatkan didalam wadah pemijahan sampai menetas. Ketinggian air untuk penetasan cukup lebih kurang 15 cm. supaya sepanjang penetasan tak ada serangan jamur, ke didalam air bisa ditambahkan metil biru 0, 2 ppm. telur yang diperlakukan dengan baik serta diberi aerasi umumnya dapat menetas sesudah 2-3 hari. larvanya dapat mulai berenang sesudah dua hari menetas. apabila larva telah mulai berenang, airnya bisa diganti separonya. Penggantian air mesti dikerjakan tiap-tiap hari sampai airnya bebas dari kandungan metil biru. sesudah mulai berenang, larva bisa diberi pakan berbentuk infusoria atau artemia. sesudah berusia 3-4 hari, pakannya dilanjutkan dengan kutu air. Pembesaran ikan ini diawali sejak benih berusia 2-3 minggu. aktivitas pembesaran bisa dikerjakan didalam akuarium, bak, ataupun kolam semen. tak hanya akuarium, aerasi tidak disarankan diberikan didalam bak serta kolam. tanaman air lalu amat dibutuhkan pada pembesaran ikan di kolam terbuka. manfaat tanaman air tersebut sebagai area ikan untuk berlindung. Pakan ikan pada pembesaran ini berbentuk cacing sutera. pakan bisa ditambahkan selada air tiap-tiap 4 hari. sesaat penggantian air untuk wadah akuarium mesti seringkali di banding kolam dikarenakan akuarium lebih sempit. ukuran ikan siap jual dapat 2, 5-3, 0 cm. umumnya ukuran ikan tersebut telah dapat dicapai sesudah ikan dipelihara sepanjang tiga bln..  

PEMIJAHAN IKAN CUPANG

                                                           PEMIJAHAN IKAN CUPANG



Pemijahan ikan cupang (akuariumhias) -Ikan cupang yaitu satu type ikan air tawar yang banyak hidup di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Malaya, Indochina, serta Siam. Orang tidak akan dapat mempercayai bila ikan sekecil cupang ada yang dihargai hingga jutaan rupiah. Bukan sekedar anak-anak yang menyenangi ikan ini, dewasa lalu tidak ketinggalan, maka tak ada salahnya bila kita berusaha untuk membudidayakannya. Didalam bhs inggris type ikan cupang ini dikenal dengan nama talking gourami atau croaking gourami. ikan ini terhitung type ikan dengan badan amat langsing serta pipih ke samping.   Dengan umum, sebagaimana type ikan air tawar yang lain, type ikan cupang ini cuma bisa hidup di air tawar. dikarenakan karakternya ini, maka type ikan cupang banyak dipelihara di akuarium keluarga. dengan postur tubuh yang dimilikinya, maka type ikan cupang ini memiliki daya tarik tersendiri untuk penggemarnya. Type ikan cupang mempunyai warna basic tubuh bermacam dimulai dari kuning sampai sawo masak. sesaat punggungnya berwarna lebih gelap dengan sisi perut lebih terang yakni lebih kuning menuju ke warna putih. Pada segi badannya ada garis horizontal yang berwarna gelap biru maupun hitam. garis ini diawali dari mata sampai sirip ekor. apalagi ada yang memiliki tambahan garis samar, satu atau dua buah. Siripnya berwarna kemerahan dengan ujung berwarna ungu atau biru. pada sirip ini ada bintik bintik berwarna layaknya pelangi, biru, merah, kehijauan. warna matanya amat bagus serta menarik. warna mata ini sisi luarnya berwarna merah darah, sesaat sisi dalamnya berwarna hijau kebruan. sirip analnya, punggung serta ekor tumbuh smepurna dengan sebagian jari jari yang tumbuh menonjol. Karakter karakter ikan cupang Dengan alamiah, panjang badan ikan ini bisa meraih ukuran 6, 25 cm, serta bila kita pingin menernak ikan type ini, bisa mulai kita pijahkan sejak berukuran 5 cm. Jenis ikan cupang yaitu di antara type ikan yang dapat bikin sarang busa pada waktu dapat lakukan pemijahan. dengan busa yang dibikin tersebut, maka telor bisa ditempatkan sampai menetas. Type ikan cupang memiliki karakter pendamai. disinilah kerap berlangsung salah persepsi masyarakat, hingga banyak yang menyebutkan bahwa cupang yaitu ikan petarung. walau sebenarnya yang ikan petarung yaitu type ikan betta, yang keduanya sama pembuat sarang busa waktu dapat memijah. Langkah pemijahan Untuk memijahkan ikan cupang sesungguhnya bukan hanya pekerjaan yang sukar. ikan ini memiliki kekuatan hidup di area yang amat terbatas walaupun karena ikan ini bisa bernafas ambil dengan segera dari hawa. Area pemijahan ikan ini bisa memakai akuarium berukuran 20 x 40 m dengan ketinggian 20 cm, atau toples-toples kaca. didalam bak atau akuarium ini kita masukan tanaman air, contohnya enceng gondok. enceng gondok ini untuk sarang busa yang dapat dibangun oleh sang jantan. sesaat air yang dipakai cukup air sumur biasa yang telah diendapkan sepanjang 24 jam atau air hujan. Menentukan indukan Supaya sistem pemijahan sukses, maka kita mesti menentukan indukan yang memanglah telah siap untuk dipijahkan. perihal pertama yang perlu kita kerjakan yaitu memastikan jantan serta betinanya. untuk perihal ini kita bisa lihat dari warna serta jari-jari sirip anal, pungung, serta ekor yang tumbuh prima, yakni lebih panjang dari selaput yang menutupinya. sesaat yang betina biasa saja. Indukan ikan cupang yang kita gunakan yaitu yang telah berukuran 5 cm atau berusia kira-kita 6 – 7 bln.. jantan serta betina yang kita masukan ke didalam akuarium pemijahan jumlahnya sepadan karena ikan cupang berpedoman sistenm monogamy. serta, untuk keberhasilan, maka ke didalam akuarium kita berikanlah makanan yang layak, contohnya jentik nyamuk serta kutu air. Sistem pemijahan Akuarium disediakan sebagai area pemijahan, dibersihkan dari kotoran serta dilengkapi dengan keperluan pemijahan, contohnya tanaman air. situasi ini mesti diciptakan supaya indukan serta juga anakan hasil pemijahan kelak tidak mati oleh kotoran yang ada. Indukan yang telah dipilih, dimasukkan ke didalam akuarium, sesuai dengan jumlah sarang yang disiapkan. pada waktu tersebut, indukan jantan dapat membangun sarang busa. induk betina cuma mengawasi sistem tersebut. sesudah seluruh siap, maka ke-2 indukan tadi bercumbu dibawah sarang busa. Indukan betina dapat mengeluarkan telornya serta indukan jantan segera menyemprotkan spermanya. telor-telor dapat menempel pada sarang busa. bila ada telor yang jatuh, maka ke-2 indukan dapat bekerja berbarengan untuk memunguti serta meletakkannya di sarang busa. sesudah itu, induk betina dipisahkan. induk jantan dilewatkan di area tersebut.

METODE MEMELIHARA MAS KOKI

< div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">                                             METODE MEMELIHARA MAS KOKI 



Metode memelihara ikan mas koki (akuariumhias) -Metode pemeliharaan ikan maskoki dapat bermacam macam, meskipun dengan prinsipnya, layaknya pemeliharaan ikan hias yang lain, cuma ada cara yakni memelihara kualitas air. Ikan maskoki mempunyai ciri-ciri yg khas yakni amat rawan pada kandungan ammonia terlarut di dalam air. perihal inilah yg kerapkali bikin persepsi di kelompok umur pengagum ikan hias bahwa memelihara ikan maskoki tersebut sulit, gampang mati. Untuk menangani problem karena kadar amonia terlarut tersebut, ada 2 hal yang bisa dikerjakan : - Menetralisirnya, atau mengganti airnya. menetralisir kandungan ammonia bisa  menggunakan biofiltrasi  - Menumbuhkan lumut air, yg dapat menyerap zat yg bisa meracuni ikan tersebut. Sebagian tehnik ini telah biasa dipakai oleh para pehobis, serta sudah dibuktikan oleh mereka yaitu sebagai berikut : 1. Biofiltrasi Tehnik biofiltrasi yg baik datang dari penggemar ikan koi. kunci dari tehnik ini.Yaitu pemakaian media filtrasinya. di antara media terbaik yaitu menggunakan matt sintetis buatan jepang, yg sekarang ini banyak didapati di toko ikan hias. Fungsi dari media ini dapat melakukan penyaringan kotoran ikan dan menahannya, hal ini dapat merangsang perkembangan dari bakteri nitrobacter didalamnya.  Aerasi yang digunakan mesti cukup banyak serta waktu biofilter tersebut sudah berjalan, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut telah jadi stabil. Untuk hobiis yg malas menguras air akuarium, metode ini pastinya amat pas, dikarenakan tidak membutuhkan pengurasan air sekalipun. tetapi demikianlah kelemahan yg ada yaitu bahwa dengan air tidak dulu diganti, mengakibatkan zat/mineral yg dibutuhkan ikan menjadi kurang, karena zat tersebut ada di dalam air yang masih baru, sehingga bisa mengakibatkan ikan warnanya jadi kurang cerah. Tehnik ini dapat disertai dengan penggantian air parsial dengan teratur. 2. Air hijau/ greenwater method Tehnik ini yaitu tehnik yg biasanya digunakan di farm ikan maskoki dimanapun. ini yaitu metode yg sering digunakan, yaitu ikan dibiarkan di dalam kolam sampai airnya menjadi berwarna hijau ( hal ini krn perkembangan lumut ). Yang perlu perhatikan bahwa lumut dapat  tumbuh yaitu lumut air, bukan hanya lumut yang ada dinding kolam. Umumnya di pembudidayaan, sesudah air jadi hijau, maka air tersebut dapat langsung diganti keseluruhan dengan air baru. Metode ini bisa tepat  dikembangkan dengan berupaya untuk dengan konsisiten melindungi pada tingkat kehijauan nya, lewat cara pada waktu air akan diganti, disimpan ember air lama untuk kedepannya dicampurkan dengan air baru.  Karena diinginkan perkembangan lumut bisa berlangsung lagi segera sesudah kolam baru dikuras. keuntungan lain dari metode ini yaitu menjaga tingkat air hijau tadi, maka warna ikan jadi lebih cerah, yg dikarenakan dikarenakan ikan mengonsumsi lumut yg ada di air tersebut. Metode jenis ini sangat baik untuk menjaga kesehatan ikan, tetapi tidak menjadi pilihan favorit di pehobiis, dikarenakan dengan air hijau tersebut, ikan maskoki tidak bisa dilihat. 3. Mekanikal filtering Mekanikal filtering yaitu menyaring kotoran padat yg ada di kolam/ akuarium, hingga air senantiasa tampak jernih. Metode jenis ini tidak menyaring kotoran terlarut di dalam air, sehingga banyak pehobiis terjebak dalam kondisi air yang jernih, namun kandungan amonia tinggi, yang bisa mengakibatkan ikan sakit/ mati. Jenis filtering mechanical filtering ini harus diimbangi dengan penggantian air yang teratur, dapat dengan penggantian 2 % tiap-tiap hari serta diimbangi dengan pencucian media filter. 4. Ubah air (mengganti air) Dikarenakan kandungan amonia di air dikarenakan oleh kotoran ikan, maka tehnik yg dapat digunakan yaitu membuang kotoran ikan tersebut dengan cara di siphon, dan dikerjakan penggantian air dengan teratur. Di antara hobiis di Jakarta memakai tehnik ini, yakni lakukan siphon; penggantian air 80% sebanyak  2 kali 1 hari. Tehnik ini jalan dengan baik sekali serta perkembangan ikan didalamnya relatif tambah baik dari metode2 yg digunakan oleh hobiis yg lain. 

Senin, 29 Juni 2015

IKAN ELEPHANT NOSE

                                                       IKAN ELEPHANT NOSE




Ikan elephan nose (akuariumhias) -Yaitu ikan asli dari afrika sedang serta barat terlebih sungai Niger, Kongo, Ogun serta Chari.Dia berwarna coklat gelap sampai kehitaman, ukuran tubuh lebih kurang 23-25 cm, serta memiliki sirip punggung serta anal yang sama panjang. Disamping itu, keistemewaan ikan ini yaitu organ menyerupai belalai ( gajah ) yang terdapat di kepalanya. ikan ini hidup pada air dengan situasi Ph 6 – 7, 5 serta suhu 22 – 280c. Elephant nosefish adalah ikan nocturnal ( malam ), disamping itu ikan ini mempunyai mulut yang memanjang serta amat peka. disamping itu, peters’elephantnosefish memiliki rasio ukuran otak : tubuh yang semakin besar di banding manusia. lebih kurang 70% kekuatan otak dipakai untuk membuahkan signal listrik, oleh dikarenakan pemakaian kekuatan otak yang amat besar, ikan ini dikatakan sebagai ikan tercerdas didunia. menurut Masashi kawasaki, sebanyak kecil listrik dihasilkan oleh organ spesial di ekornya.    Signal listrik yang dihasilkan senantiasa beralih sesuai dengan situasi ikan atau lingkungan. tanda listrik dihasilkan untuk mendeteksi makanan serta sebagian makanan yang disukainya yaitu cacing darah serta invertebrata air layaknya larva nyamuk. ikan jantan mempunyai belalai yang lebih panjang di banding betina, namun tehnik breedingnya tetap belum dapat dikerjakan di akuarium. Elephant noses mempunyai penglihatan yang jelek hingga tanda listrik punya pengaruh besar didalam perihal ini. tanda listrik yang dihasilkan amat kecil hingga tak lagi menyakiti ikan lain didalam kominitasnya. 

 

Sabtu, 07 Februari 2015

CARA PEMBENIAN IKAN NILA

                                            CARA PEMBENIAN IKAN NILA 




Budidaya pembenihan ikan nila
Pembenihan ikan nila merupakan usaha budidaya yang sangat produktif. Meskipun jumlah telurnya relatif sedikit, namun frekuensi pemijahan ikan nila cukup sering. Ikan ini bisa dikawinkan setiap bulan, sampai usia produktifnya habis.
Ikan nila mudah memijah secara alami. Bahkan ikan ini gampang sekali memijah secara liar di kolam-kolam budidaya. Tidak seperti ikan mas atau ikan lele yang memerlukan banyak rekayasa. Pengaturan hanya diperlukan untuk mengelola agar pemijahan berlangsung terkendali.
Dengan pengelolaan yang tepat, pembenihan ikan nila akan menjadi usaha yang menguntungkan. Pada kesempatan kali ini akan diulas apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memulai pembenihan ikan nila.

Tempat pembenihan ikan nila

Hal pertama yang harus disiapkan dalam pembenihan ikan nila adalah penyiapan tempat atau kolam budidaya. Terdapat empat tipe kolam yang dibutuhkan untuk pembenihan ikan nila, diantaranya:
  1. Kolam pemeliharaan indukan. Kolam ini digunakan untuk memelihara indukan jantan dan betina. Ikan jantan dan betina harus ditempatkan di kolam yang berbeda. Sehingga dibutuhkan setidaknya dua kolam pemeliharaan induk. Kolam tidak perlu terlalu luas, hnaya saja harus cukup dalam untuk ikan dewasa, sekitar 100-140 cm.
  2. Kolam pemijahan. Kolam pemijahan digunakan untuk mengawinkan induk jantan dan betina. Jenis kontruksi kolam pemijahan ikan nila sebaiknya berlantai dasar tanah. Dasar kolam dilengkapi dengan kubangan-kubangan atau kemalir.
  3. Kolam pemeliharaan larva. Kolam ini diperlukan untuk memelihara larva ikan yang baru menetas. Tipe kolam yang digunakan bisa bak semen,  kolam tanah atau hapa. Hapa merupakan jaring yang halus seperti kelambu yang dibuat mengapung di atas kolam. Persis seperti jaring apung di danau, namun ukurannya kecil. Hapa bisa diletakan di kolam pemijahan.
  4. Kolam pendederan benih. Kolam ini diperlukan untuk membesarkan benih ikan sampai ukuran 10-12 cm. Atau, sampai ikan nila kuat untuk dibesarkan di kolam budidaya pembesaran.

Pemilihan indukan ikan nila

Calon indukan untuk pembenihan ikan nila hendaknya menggunakan galur murni yang secara genetis memiliki sifat-sifat unggul. Dewasa ini indukan nila yang beredar di masyarakat banyak yang sudah mengalami penurunan kualitas. Untuk mendapatkan indukan yang unggul, sebaiknya cari di tempat-tempat terpercaya seperti, BBPBAT atau balai-balai perikanan setempat.
Indukan nila matang gonad atau sudah siap memijah, harganya cukup mahal. Untuk itu, kita bisa memelihara calon indukan sedari kecil hingga ikan siap untuk dipijahkan. Adapun ciri-ciri calon indukan nila yang baik adalah sebagai berikut:
  • Merupakan galur murni dan berasal dari keturunan yang berbeda.
  • Kondisinya sehat dan bentuk badannya normal (tidak cacat).
  • Sisik besar, susunannya rapi.
  • Bagian kepala relatif kecil dibandingkan badannya.
  • Badan tebal dan warnanya mengkilap.
  • Gerakannya lincah, responsif terhadap pemberian pakan.
Ikan nila betina memasuki matang gonad setelah berumur 5-6 bulan. Induk betina yang akan dipijahkan setidaknya telah mencapai bobot 200-250 gram dan untuk induk jantan 250-300 gram.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, ikan nila termasuk ikan yang jumlah telurnya sedikit. Satu induk betina seberat 200-250 gram hanya mengandung telur 500-1000 butir. Dari jumlah tersebut yang menetas menjadi larva biasanya berkisar 200-400 ekor.
Masa produktivitas indukan untuk pembenihan ikan nila berkisar 1,5-2 tahun. Indukan yang sudah dibenihkan lebih dari 2 tahun sebaiknya diganti dengan yang baru. Karena kualitas dan kuantitas anakannya akan menurun. Induk ikan nila yang telah memijah siap dipijahkan kembali setelah 3-6 minggu.

Pemeliharaan indukan

Induk jantan dan betina yang disiapkan untuk pembenihan ikan nila harus dipelihara di kolam terpisah. Induk betina disatukan dengan betina lainnya, begitu pula dengan induk jantan. Padat tebar untuk kolam pemeliharaan induk sekitar 3-5 ekor/m2.
Kolam pemeliharaan induk jantan dan betina harus memiliki sumber pengairan yang berbeda (disusun seri). Buangan air dari kolam jantan tidak masuk ke kolam betina dan sebaliknya. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemijahan liar. Misalnya, sperma jantan terbawa ke kolam betina sehingga terjadi pembuahan.
Pemberian pakan untuk calon indukan sebaiknya memiliki kadar protein tinggi, lebih dari 35%. Berbeda dengan pakan ikan nila untuk pembesaran yang hanya membutuhkan kadar protein sekitar 2%. Kandungan protein yang tinggi diperlukan agar pertumbuhan gonad maksimal. Jumlah pakan yang diperlukan untuk pemeliharaan indukan sebanyak 3% dari bobot ikan per hari.

Pemijahan ikan nila

Seperti sudah diuraikan sebelumnya, ikan nila sangat gampang memijah secara alami. Pemijahan ikan nila intensif biasanya dipakai untuk memproduksi benih dalam jumlah besar. Karena untuk membangun infrastrukturnya membutuhkan modal besar. Kali ini kami hanya akan mengulas pemijahan ikan nila secara alami.
Dasar kolam pemijahan ikan nila sebaiknya dibuat miring sekitar 2-5%. Kemudian buat kemalir atau kubangan di dasar kolam tersebut sedalam 20-30 cm sebagai lokasi-lokasi ikan memijah.
Sebelum ikandimasukkan ke kolam pemijahan, lakukan pengolahan dasar kolam terlebih dahulu. Silahkan lihat cara persiapan kolam tanah.
Pemijahan ikan nila dilakukan secara massal. Indukan jantan dan betina ditebarkan ke kolam pemijahan secara bersama-sama. Padat tebar kolam pemijahan sebanyak 1 ekor/m2, dengan perbandingan jantan dan betina 1:3.
Selama proses pemijahan, berikan pakan seperti di kolam pemeliharaan induk. Pemijahan ikan nila biasanya akan berlangsung pada hari ke-7 sejak indukan ditebar.
Pemijahan berlangsung di dasar kolam, biasanya dalam kubangan atau cekungan. Apabila terjadi kecocokan, telur yang dikeluarkan induk betina akan dibuahi oleh ikan jantan. Kemudian telur tersebut dierami dalam mulut induk betina.
Selama proses pengeraman telur, induk ikan betina biasanya berpuasa. Maka, sebaiknya pemberian pakan dikurangi hingga tinggal setenganya. Hal ini penting untuk menekan ongkos produksi dan mencegah pembudukan sisa pakan di dasar kolam.
Proses pengeraman biasanya berlangsung sekitar satu minggu. Telur akan mentas menjadi larva ikan. Bila induk betina merasa kolam ditumbuhi pakan alami ikan, ia akan mengeluarkan larva dari mulutnya secara serempak. Oleh karena itu, dalam selama proses persiapan kolam penting untuk memupuk dasar kolam agar pakan alami ikan tumbuh.
Larva ikan yang baru menetas akan berenang ke pinggir kolam. Segera ambil dengan saringan halus dan pindahkan ke tempat pemeliharaan larva.

Pemeliharaan larva

Larva ikan nila yang telah menetas, sebaiknya dibesarkan di tempat khusus. Pemindahan dilakukan setelah larva berumur 5-7 hari.
Kolam pemeliharaan larva bisa berupa kolam tembok, akuarium, kontainer plastik atau hapa. Padat tebar untuk pemeliharaan larva 50-200 ekor/m2, tergantung jenis kolamnya.
Berikan pakan berprotein tinggi berbentuk tepung halus berukuran 0,2-0,5 mm. Frekuensi pemberian pakan 4-5 kali sehari, setiap kalinya sebanyak 1 sendok teh pakan berbentuk tepung.
Alternatif lain, pakan larva ikan nila bisa dibuat dengan cara merebus satu butir telor ayam. Kemudian ambil kuning telurnya, lalu lumat dan campur dengan 1/2 liter air. Masukkan dalam botol semprotan dan berikan pada ikan sebanyak 100 ml, setiap kali pemberian.
Lama pendederan larva berkisar 3-4 minggu, atau sampai larva ikan berukuran 2-3 cm. Larva yang telah mencapai ukuran tersebut harus segera dipindah ke kolam pendederan selanjutnya. Karena daya tampung kolam larva sudah tidak layak lagi untuk ukuran ikan sebesar itu.
Pada tahap pendederan larva, pembenihan ikan nila bisa dibuat agar menghasilkan benih ikan yang kelaminnya jantan semua. Para pembudidaya pembesaran lebih memilih benih nila jantan untuk dibesarkan, atau budidaya nila secara monosex. Karena pertumbuhan ikan jantan lebih cepat daripada ikan betina.
Tips untuk membuat benih ikan jantan semua adalah dengan memberikan hormon 17 alpha methyltestosteron pada tahap pendederan larva. Campurkan hormon tersebut pada pakan ikan. Berikan pada larva hingga ikan berumur 17 hari. Cara ini akan menghasilkan benih ikan jantan lebih dari 95%.

Pendederan benih

Setelah larva dibesarkan hingga ukuran 2-3 cm, selanjutnya lakukan pendederan untuk mendapatkan benih ikan yang siap dibudidayakan di tempat pembesaran. Pendederan hendaknya menggunakan kolam yang lebih luas.
Padat tebar untuk pendederan benih 30-50 ekor/m2. Lama pemeliharaan benih ikan nila pada tahap ini sekitar 1-1,5 bulan. Atau, kira-kira sampai ukuran benih 10-12 cm.
Pakan untuk pendederan menggunakan pelet dengan kadar protein 20-30%. Jumlah pakan yang diperlukan 3% dari bobot tubuh ikan. Frekuensi pemberiannya 2-3 kali sehari.
Namun tidak menutup kemungkinan ukuran benih yang dikehendaki pasar lebih besar dari itu. Apabila demikian, lakukan tahap pendederan tahap ke-2 hingga ukuran benih sesuai dengan permintaan pasar.
Selanjutnya, hasil pembenihan ikan nila siap untuk dibesarkan di kolam budidaya pembesaran ikan nila. Silahkan lihat panduan lengkap budidaya ikan nila.

Panen pembenihan ikan nila

Hal lain yang harus diperhatikan dalam pembenihan ikan nila adalah pengendalian hama dan penyakit. Dalam hal ini upaya pencegahan lebih lebih diutamakan daripada pengobatan. Karena pengobatan ikan yang telah sakit cukup menyita sumber daya. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat hama dan penyakit ikan nila.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Pengemasan atau pengangkutan benih yang akan dijual bisa menggunakan wadah tertutup atau terbuka. Untuk pengiriman jarak dekat wadah terbuka masih memungkinkan.
Namun bila pengiriman membutuhkan waktu yang lama dan jaraknya jauh, dianjurkan menggunakan wadah tertutup. Pengiriman dengan wadah tertutup memerlukan aerasi untuk memperkaya kandungan oksigen air. Wadah diisi air sampai 1/3-nya saja, sisanya oksigen.

JENIS IKAN HIAS AIR TAWAR

                                                JENIS IKAN HIAS AIR TAWAR  



Negeri ini memiliki banyak jenis ikan hias air tawar. Menurut catatan KKP, terdapat lebih dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang diperdagangkan secara global. Dari jumlah itu, negeri kita memiliki 400 spesies. Namun hanya sekitar 90 spesies yang dibudidayakan masyarakat.
Ikan hias air tawar lebih mudah dibudidayakan dibanding ikan laut. Teknologinya sederhana dan biayanya murah. Sehingga banyak dilakukan dalam skala usaha rumahan. Berbeda dengan ikan hias air laut yang memerlukan fasilitas padat modal.
Ikan hias air tawar asli Indonesia yang menjadi primadona adalah ikan arwana dan cupang. Sedangkan ikan asal negara lain yang bisa didomestikasi dan cukup popular dibudidayakan di Indonesia antara lain koki, koi, discus dan guppy.

Jenis paling populer

Tidak semua ikan hias dibudidayakan secara masif, ini terkait dengan pangsa pasar dan tingkat kesulitannya. Berikut ini beberapa jenis ikan hias air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan diperdagangkan secara meluas di Indonesia:

1. Ikan koi

Ikan koi atau Cyprinus carpio L pertamakali dipopulerkan di Jepang. Sekitar tahun 1820-an para penangar ikan negeri sakura berhasil menyilangkan beberapa strain ikan mas menjadi ikan dengan warna merah dan putih yang menarik. Ikan hasil persilangan ini dikenal dengan nama koi. Kemudian tahun-tahun berikutnya berkembang ikan koi dengan berbagai varian warna menarik lainnya.
Ikan koi merupakan ikan hias air tawar yang cocok dipelihara di kolam bukan akuarium. Karena daya tarik ikan koi terdapat pada warna-warni yang indah bila dilihat dari atas. Selain itu, ikan koi juga memerlukan ruang gerak yang luas. Jenis ikan hias air tawar ini cukup mudah dikembangbiakan, namun sulit mendapatkan koi berkualitas.
Untuk mengetahui lebih detail mengenai budidaya koi, silahkan baca panduan teknis budidaya ikan koi.
Panduan teknis budidaya ikan koi

2. Ikan cupang

Ikan cupang atau Betta sp. merupakan salah satu jenis ikan air tawar endemik negara-negara di Asia Tenggara. Ikan ini berkembang baik di rawa-rawa daerah tropis. Ikan cupang sanggup hidup dalam volume air yang sedikit dan minim oksigen. Cupang dapat dipelihara dalam toples kecil dan tidak perlu mesin penghasil gelembung (aerotor).
Ikan cupang dipelihara sebagai ikan hias dan ikan aduan. Selain warna sisik dan siripnya yang berkilauan, ikan ini mempunyai sifat agresif. Cupang bisa merobek-robek sesamanya dalam pertempuran yang berlangsung berjam-jam lamanya.
Ikan cupang sangat mudah dibudidayakan. Tidak memerlukan fasilitas mahal dan bisa dilakukan dalam skala rumahan. Baca cara praktis budidaya ikan cupang.
Jenis-jenis ikan hias air tawar

3. Ikan arwana

Nama latin ikan hias air tawar ini adalah Scleropages sp. Arwana merupakan salah satu ikan endemik Indonesia. Ikan ini banyak ditemukan di perairan air tawar Kalimantan dan Papua. Dahulu, ikan arwana didapat dari perburuan di alam bebas. Namun saat ini sudah bisa dibudidayakan.
Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias air tawar yang berharga tinggi. Harga per ekornya mencapai jutaan rupiah, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Sentra produksi ikan arwana ada di Kalimantan dan Sumatera.
Jenis-jenis ikan hias air tawar

4. Ikan koki

Ikan koki (Carrasius auratus) masih satu keluarga dengan ikan mas. Pertamakali dikenal sebagai ikan hias di Cina. Namun yang mempopulerkan ikan koki adalah bangsa Jepang. Dari negeri ini, ikan koki menjadi semakin variatif dengan berbagai warna dan bentuknya.
Ikan koki sudah lama masuk ke Indonesia dan dibudidayakan meluas. Sentra produksi koki terbesar ada di Tulungagung, Jawa Timur. Kota ini memproduksi lebih dari 55 juta ekor ikan koki setiap tahunnya. Sebagian besar ditujukan untuk pasar domestik, sebagian lainnya untuk ekspor.
Jenis-jenis ikan hias air tawar

5. Ikan guppy

Ikan guppy (Poecilia reticulate) merupakan ikan asli wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Ikan ini sangat mudah beradaptasi sehingga penyebarannya bisa meluas ke seluruh bumi. Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an. Saat ini guppy bisa ditemukan dengan mudah di perairan air tawar di Indonesia.
Ikan guppy merupakan jenis ikan hias air tawar yang gampang dibudidayakan. Bereproduksi secara internal dengan melahirkan anak. Guppy kawin dengan memasukan organ gondopodium yang berada pada sirip anal ke dalam organ telur betina.
Ikan betina mempunyai kemampuan untuk menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehinga bisa hamil hingga 3 kali dalam satu kali perkawinan. Jarak antar kehamilan berlangsung 1-5 minggu. Seekor indukan betina dapat menghasilkan sekitar 30-100 burayak dalam satu kali kelahiran.
Untuk mengetahui lebih detail bagaimana ikan ini dibudidayakan, silahkan bacateknik budidaya ikan guppy.
ikan hias air tawar

6. Ikan louhan

Ikan louhan termasuk dalam keluarga Cichild dan tidak ditemukan di alam bebas. Ikan hias air tawar ini merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis ikan Cichlid. Louhan pertama kali dikembangkan di Malaysia. Banyak orang menyukai ikan ini karena warna sisik dan benjolan dikepalanya. Selain di Malaysia, ikan ini dikembangkan juga di Taiwan.
Kini ikan louhan menyebar ke berbagai negara. Iklan louhan mempunyai sifat agresif dan bila lepas ke perairan umum bisa menjadi predator bagi ikan lainnya. Banyak kritik yang dialamatkan pada ikan ini, diantaranya dianggap merusak strain-strain ikan Cichlid.

7. Ikan discus

Ikan discus (Symphysodon discus) berasal dari perairan Amazon. Disebut discus karena bentuknya seperti piringan (disc) dengan warna-warni yang atraktif. Pembawaan ikan hias air tawar ini sangat tenang dan gerakannya lembut, sehingga disebut raja akuarium. Ikan yang paling besar bisa mencapai diameter 15 cm.
Discus cocok dikembangbiakan di iklim tropis dengan suhu air 25-30oC. Untuk pemeliharaan dalam akuarium harus sedikit telaten, karena ikan discus mudah stress.

Jenis-jenis ikan hias air tawar
Perkembangan pasar ikan hias air tawar

Secara global perdagangan komoditas ikan hias air tawar jauh lebih besar dari ikan hias air laut. Pangsa pasarnya mencapai 85%. Hal ini terjadi karena ikan hias air tawar kebanyakan bisa dibudidayakan, sementara ikan hias air laut lebih banyak dari hasil tangkapan. Semakin hari permintaan ikan hias air tawar semakin terus meningkat. Mungkin karena harganya yang relatif lebih murah dari ikan hias air laut.
Pada beberapa dasawarsa kebelakang, Indonesia hanya mengekspor ikan hias ke Singapura. Dari Singapura ikan-ikan ini diekspor lagi ke berbagai negara. Namun saat ini, ekspor kita sudah menembus 60 negara dengan nilai lebih dari 50 juta dolar AS dan peningkatan sekitar 9% per tahunnya. Indonesia pun selalu menjadi 5 besar eksportir ikan hias dunia.
Dari sisi keragaman ada lebih dari 300 jenis ikan hias air tawar maupun laut yang menjadi andalan ekspor. Biasanya ikan hias yang layak ekspor diseleksi berdasarkan enam kriteria, yakni ukuran, jenis, keseragaman, keunikan bentuk dan warna, bebas penyakit, dan daya adaptasi.